Peluang Kerja Sebagai Developer di Era Digital

Agar sebuah perangkat lunak bisa bekerja dengan baik, Developer juga harus memperhatikan database yang tersimpan pada server. Selain harus memakai server yang baik, database juga harus dirancang sedemikian rupa sehingga bisa diakses dengan cepat.

Tugas ini juga sangat penting, karena kalau lemot tentu pengguna akan merasa tidak puas. Kecepatan sebuah perangkat lunak (aplikasi, software, dan juga situs) juga berpengaruh terhadap SEO alias Search Engine Optimization).

3. Full-Stack Developer

Terakhir adalah Full-Stack Developer, yakni seorang developer yang memiliki keahlihan lengkap untuk kebutuhan membuat sebuah perangkat lunak.

Artinya, Full-Stack Developer ini bisa melakukan tugas seorang Front-End maupun Back-End Developer. Mungkin seorang dengan keahliahan seperti ini akan lebih diminati oleh perusahaan. Karena dengan kemampuan yang lengkap, tentu developer bisa diposisikan atau ditugaskan dibagian manapun.

Bahkan, mungkin semua tugas bisa dilakukan sendiri sehingga gaji seorang Developer dengan kemampuan ini bisa mendapatkan gaji yang lebih besar.

Peluang Kerja sebagai Developer

Kalau kamu mau bekerja atau berprofesi sebagai seorang Developer, tentunya kamu harus sekolah dengan jurusan IT. Mungkin lebih tepatnya di bidang bahasa pemrograman alias coding. Biasanya sebuah perusahaan memiliki beberapa kualifikasi untuk peluang kerja sebagai Developer, antara lain:

1. Menguasai Bahasa Pemrograman

Salah satu syarat wajib untuk bisa jadi seorang Developer adalah menguasai bahasa pemrograman. Ada banyak sekali bahasa pemrograman yang ada, tapi hanya beberapa yang biasanya digunakan untuk membuat sebuah perangkat lunak. Seperti:

  • HTML
  • CSS
  • Javascript
  • Python
  • C++
  • PHP
  • Virtual Basic
  • dll

Tidak harus menguasai semuanya sih, tapi kamu bisa punya nilai jual lebih untuk melamar peluang kerja sebagai Developer jika mampu menguasai lebih banyak bahasa pemrograman.

2. Libraries dan Frameworks

Bahasa pemrograman adalah hal dasar yang wajib dikuasai oleh seorang Developer. Tapi dengan Library dan Framewrok, pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih cepat. Tentunya sebuah perusahaan akan lebih memilih karyawan yang bisa bekerja dengan lebih cepat.

Bootsrap dan jQuery lebih banyak digunakan para Developer saat ini, terutama untuk membangun sebuah situs. Meskipun begitu, proses ini tetap menggunakan coding alias bahasa pemrograman. Jadi meskipun ada cara yang lebih mudah dan cepat, seorang Developer tetap wajib menguasai coding.

3. Git dan GitHub

Seorang Developer juga harus menguasai penggunaan beberapa perangkat lunak untuk menciptakan sebuah perangkat lunak baru dengan lebih efektif dan efisien. Beberapa diantaranya yang sering digunakan adalah Git dan GitHub.

Git adalah sebuah sistem kontrol yang bisa melacak perubahan kode, jadi kamu bisa lebih mudah ketika membuat sebuah script atau coding untuk pembuatan perangkat lunak. Sedangkan GitHub adalah sebuah layanan penyimpanan untuk repositoei Git tadi.

Sama dengan Libraries dan Frameworks, software ini bisa membuat pekerjaan seorang Developer lebih cepat dan mudah.

4. Keahlihan Desain

Sebenarnya tidak harus menguasai, tapi setidaknya peluang kerja sebagai Developer memiliki atau sedikit memahami tentang desain. Karena sebuah perangkat lunak tidak hanya harus bisa bekerja dengan baik, tapi juga harus memiliki desain yang menarik dan mudah digunakan pengguna.

Dengan sedikit pemahaman mengenai desain, setidaknya kamu bisa memberikan masukan kepada tim lainnya untuk UI dan UX dari perangkat lunak yang akan dibuat.

Apalagi kalau kamu benar-benar punya skill atau keahlihan desain, bisa jadi nilai plus dari seorang Developer.

Akhir Kata

Nah, jadi sudah paham kan tentang Apa itu Developer? Intinya, peluang kerja sebagai Developer adalah pekerjaan yang tugasnya adalah membuat perangkat lunak mulai dari aplikasi, software, hingga situs alias website.

Seorang Developer harus menguasai beberapa keahlian sehingga mampu menuangkan sebuah konsep ke dalam perangkat lunak. Tidak sampai disitu, Developer juga bertanggungjawab untuk pemeliharaan perangkat lunak seperti pembaruan (menambahkan fitur), keamanan, dan perbaikan jika ada bug.